Media
internet memang sangat membantu manusia dalam kegiatan berkomunikasi dan
informasi. Akan tetapi jika disalahgunakan maka internet akan bertolak belakang
atau merusak. Banyak sekali terjadinya fenemona identitas diri melalui
internet secara identitas nyata maupun identitas virtual yang memungkinkan
individu mengubah identitas nyatanya ke sebuah identitas lain yang sifatnya
virtual dan karakteristik seorang indvidu. Saat ini banyak sekali jejaring
sosial yang bermuculan, seperti Facebook, Twitter, Path, Instagram dan
lain-lain. Banyak orang yang mengunakan identitas palsu atau bisa disebut
anonim untuk mendaftrakan diri / menjadi penguna aktif dari salah satu jaringan
sosial. Antaralain faktor-faktor yang membuat seseorang mengunakan identitas
palsu adalah untuk menutup jejak didunia maya, dan menjaga repotasi harga diri.
Dimana seseorang ingin meluapkan emosinya didunia maya, tanpa diketahui oleh
orang lain siapa dia sebenarnya. Karakteristik seseorang akan telihat berbeda,
ketika dia berada didunia nyata dengan saat dia berada di jejaring sosial. Saat
didunia nyata mungkin dilihat karakternya sangat pendiam dan tidak mudah
bergaul atau tidak asik untuk diajak berbicara, namun lain halnya saat didunia
maya. Karakter dia menjadi anak yang mudah bergaul dan asik untuk diajak
bebicara.
PEMBENTUKAN IDENTITAS MELALUI INTERNET
Menurut para ahli :
Stuart Hall dalam buku The Question Of Cultural
Identity (1996)
dalam perkembangan era modern saat ini telah terjadi
perkembangan dalam
mentransformasikan bentuk individualisme sebagai
tempat konsepsi baru mengenai individu
dan bagaimana identitas itu bekerja.
Nasrullah (2011)
Identitas
merupakan perasaan memiliki yang muncul dari persamaan dengan sebagian orang
dan dari perbedaan dengan orang lain. Identitas adalah bagaimana
seseorang melihat dirinya sendiri, kelompoknya serta
lingkungannya. Secara umum,
identitas sebuah komunitas atau kelompok berasal dari individuindividu yang ada
didalamnya.Identitas juga dapat membentuk orang lain,
artinya orang lain dapat terbentuk
oleh identitas yang telah ada dalam suatu kelompok
secara sosial maupun kultural.
Erving Goofman (1959)
Menyebutkan
bahwa “a performance can be defined as
the sum of activity of a
given participant which seeks to influence the
audience in any way”. Menurutnya setiap
individu pada dasarnya mereka melakukan konstruksi
identitas dirinya dengan cara
menampilkan diri. Penampilan diri inilah yang menjadi
keinginan untuk mendapatkan
pengakuan sosial tentang identitasnya ini.
Identitas juga merupakan suatu esensi yang dapat
dimaknai melalui selera,
kepercayaan, sikap, dan gaya hidup. Dengan demikian
identitas dapat dimaknai sebagai
penanda bahwa kita berbeda atau sama dengan yang
lainnya. Identitas bukan merupakan
sesuatu yang tetap dan statis, tetapi ia merupakan
sesuatu yang tumbuh dan berkembang.
Hall (1990) menyebutnya sebagai sesuatu yang tidak
pernah sempurna selalu dalam proses
dan selalu dibangun dari dalam. Dengan demikian
identitas merupakan sesuatu yang cair
dan selalu mengalami pembentukan.
1. Fenomena
Identitas Diri Melalui Internet
Melalui identitas
online konsisten dengan teori-teori pembentukan sosial. Identitas online dapat
digunakan untuk mengeksplorasi aspek-aspek diri, memfasilitasi kesadaran diri
yang lebih besar dan menjadi katalis untuk perubahan positif. Bahkan identitas
online justru memfasilitasi flexible selves seseorang yang merupakan adaptasi
yang wajar dan perwujudan eksplorasi diri. Dunia maya juga memfasilitasi
keterbukaan emosional di ruang maya yang membuat individu mampu mengekspresikan
diri dan dimengerti. Hubungan yang berarti terbentuk di dunia maya, kerena
media ini secara natural memfasilitasi individu memaparkan diri lebih intim
denga mediasi layar dan nama samaran.
Transparansi
membuat masyarakat sekarang berbuat maupun mencari sesuatu yang kredibel. Orang
tidak gampang dibohongi. Semua jejak rekam kita ada di dalam internet. Kita
dituntut bisa hidup otentik. Namun di sini lain, internet juga menyuguhkan
ketidakotentikan yang ujungnya ketidak kredibelan. Contoh kasus, maraknya
akun-akun palsu di media sosial yang mempunyai daya pengaruh kuat (di Twitter,
misalnya Benny Israel). Selain itu, muncul gerakan Anonymous di media sosial.
Hal ini yang justru melahirkan ketidak percayaan. Di internet, kita bisa
kelihatan jati diri kita tapi juga bisa menyembunyikan jati diri kita. Lain
contoh adalah kejahatan maupun penipuan online, melalui Facebook yang selama
ini marak. Fenomena kepribadian ganda juga bisa masuk di sini.
Contoh kasus :
Sebuah Universitas di Jeman meneliti
seorang pasien wanita yang telah bermain games di internet selama beberapa jam
sehari dengan periode lebih dari tiga bulan dan menggunakan berbagai
personalitas dari sejumlah tokoh-tokoh rekaan secara lambat laun mengambil alih
personalitas yang telah diabaikan. Pasien tersebut kehilangan kendali atas
identitas dan kehidupan sosial miliknya sendiri, kata Bert de Wildt dari
Universitas itu seperti dilaporkan DPA dalam psikoanalisis para ahli terapi
menemukan pasien wanita itu telah berkembang menjadi berkepribadian ganda.
Adapun seseorang yang bernama Billy, nama aslinya William Stanley Milligan dia memiliki 24 kepribadian, dia adalah orang pertama dalam sejarah Amerika yang dianggap tidak bersalah atas berbagai tindak kriminal serius dengan alasan tidak waras, karena dia memiliki kepribadian majemuk. Dia tidak pernah ingat tindak kriminal yang dilakukannya. Orang lain melihat fakta-faktanya memang dia yang melakukan, tetapi Billy tidak pernah ingat dan tidak pernah merasa.
Adapun seseorang yang bernama Billy, nama aslinya William Stanley Milligan dia memiliki 24 kepribadian, dia adalah orang pertama dalam sejarah Amerika yang dianggap tidak bersalah atas berbagai tindak kriminal serius dengan alasan tidak waras, karena dia memiliki kepribadian majemuk. Dia tidak pernah ingat tindak kriminal yang dilakukannya. Orang lain melihat fakta-faktanya memang dia yang melakukan, tetapi Billy tidak pernah ingat dan tidak pernah merasa.
2. Karakteristik
Kepribadian Pengguna Internet
Kepribadian adalah
karakteristik dinamik dan terorganisasi dari seorang individu yang mempengaruhi
kognisi, motivasi, dan perilakunya. Kepribadian bersifat unik dan konsisten
sehingga dapat digunakan untuk membedakan antara individu satu dengan lainnya.
Keunikan inilah yang menjadikan kepribadian sebagai variabel yang digunakan
untuk menggambarkan diri individu yang berbeda dengan individu lainnya.
Orang yang dalam
dunia nyata terkenal pendiam, bisa menjadi pembual di dunia online. Hal ini
kental dengan unsur paradoksnya, yakni orang berani menampilkan dirinya yang
nyata (real self) di media yang tidak nyata atau lebih tepat disebut sebagai
dunia virtual dan dengan identitas yang anonim.
B. Aspek Demografis dari
Individu Pengguna Internet
1. Gender
· Dampak
positif internet
Dilihat dari segi
positif nya internet memiliki banyak sekali dampak yang sangat luar biasa
hebatnya pada dunia pengetahuan. Para wanita karir maupun ibu rumah tangga kini
dapat memiliki banyak sumber dan pedoman serta informasi-informasi untuk dunia
kerja maupun keperluan sehari-hari misalnya : informasi untuk pekerjaan
,informasi resep makanan bagi ibu rumah tangga.
Selain program
didalam dunia kerja, internet juga menawarkan aplikasi berbentuk permainan
elektronik yang pada umumnya tidak secara khusus diberi muatan pendidikan
formal tertentu. Permainan elektronik tersebut membantu wanita karier untuk
menghilangkan kejenuhan dalam berkerja, membuat strategi, membangkitkan
semangat kepemimpinan, dan bermain peran (role play).
Internet juga bisa
menjadi tempat bisnis bagi wanita yaitu dengan online shop dengan begitu wanita
bisa mempunyai penghasilan sendiri namun ia tetap bisa dirumah mengurus
keluarganya .
Internet telah
banyak membantu manusia dalam segala aspek kehidupan sehingga internet
mempunyai andil penuh dalam kehidupan sosial. Dengan adanya internet apapun
dapat kita lakukan baik positif maupun negatif.
Dampak negatif internet
1) Kejahatan
di dalam dunia maya
2) Pornografi
3) Kekejaman
dan Kesadisan
4) Penipuan
5) Penipuan
belanja online
6) Perjudian
7) Mengurangi
sifat sosial manusia
2. Usia
Masa anak-anak
adalah masa keemasan dimana anak-anak berada dalam masa bermain serta
belajar terhadap apa yang belum diketahuinya. Tapi, dimana
sekarang perubahan teknologi semakin pesat, banyak anak-anak
terutama pada anak yang berusia 5 hingga 12 tahun lebih menyukai bermain dengan
teknologi baru seperti playstation, game online, handphone, tablet ataupun
ipad.
Dampak positif :
1. Memudahkan anak mendapatkan informasi
dengan lebih cepat.
2. Anak dapat mengenal serta menjalin komunikasi dengan berbagai orang dari belahan dunia.
3. Akibat kemajuan teknologi, banyak permainan-permainan kreatif dan menantang yang ternyata banyak disukai oleh anak-anak.
2. Anak dapat mengenal serta menjalin komunikasi dengan berbagai orang dari belahan dunia.
3. Akibat kemajuan teknologi, banyak permainan-permainan kreatif dan menantang yang ternyata banyak disukai oleh anak-anak.
Dampak negatif :
1. Anak terlalu cepat puas dengan
pengetahuan yang didapatnya dari dunia.
2. Karena teknologi memberikan banyak
kemudahan, tidak sedikit anak-anak tidak sabar dalam menghadapi kelambatan dan
kesulitan.
3. Selain itu, kemajuan teknologi berdampak
pada kurangnya sosialisasi anak pada teman-temannya karena lebih menyukai
menyendiri dengan permainan teknologinya.
3. Budaya
Pada
masa sekarang, kita semua pasti tahu bahwa kemajuan teknologi terasa begitu
sangat pesat. Pesatnya kemajuan ini tentunya membawa banyak perubahan terhadap
kebudayaan di Indonesia. Tidak bisa di pungkiri bahwa kemajuan teknologi
informasi ini memang harus terjadi di Negara Indonesia ini, agar Negara
Indonesia tidak kalah saing dengan Negara lain.Keterkaitan manusia dengan
internet dalam bidang budaya adalah kita dapat memanfaatkan internet untuk
menyebarkan budaya yang ada di Indonesia.
Dampakpositif
1. Pertukaran informasi berlangsung sanga tcepat.
2. Memudahkanpekerjaan manusia.
3. Pekerjaan yang dilakukan seseorang menjadi lebih efektif dan efisien
4. System pembelajaran tidak harus tatap muka dengan guru karena dengan kemajuan TIK khusunya Internet kita bisa melakukan V-class. Dan masih banyak yang lainnya.
1. Pertukaran informasi berlangsung sanga tcepat.
2. Memudahkanpekerjaan manusia.
3. Pekerjaan yang dilakukan seseorang menjadi lebih efektif dan efisien
4. System pembelajaran tidak harus tatap muka dengan guru karena dengan kemajuan TIK khusunya Internet kita bisa melakukan V-class. Dan masih banyak yang lainnya.
Dampak negative
1. Masuknya
budaya asing yang tidak baik.
2. Lupa
akan waktu
3. Merosotnya
nilai moral
Nama kelompok 8 :
- Nurul Fadillah
- Muhamad Ihsan
- Iqbal yunus
- Hudari
- Arsyan Rezaldi
http://ejurnal.esaunggul.ac.id/index.php/Formil/article/download/849/780?uvqezfriqeiqqe
pe?kbjzpeihvomfihoa
http://anisatriananda.blogspot.co.id/2014/11/tugas-softkil-ke-2-aspek-psikologis.html
Erving Goofman, 1959. The Presentation of Self in Everyday Life, Anchor,New York.