Rabu, 11 November 2015

Aspek psikologis dari individu pengguna internet

A. Aspek Psikologis dari Individu Pengguna Internet dan Karakter Kepribadian Penggunaan Internet

            Media internet memang sangat membantu manusia dalam kegiatan berkomunikasi dan informasi. Akan tetapi jika disalahgunakan maka internet akan bertolak belakang atau merusak. Banyak sekali terjadinya fenemona identitas diri melalui internet secara identitas nyata maupun identitas virtual yang memungkinkan individu mengubah identitas nyatanya ke sebuah identitas lain yang sifatnya virtual dan karakteristik seorang indvidu. Saat ini banyak sekali jejaring sosial yang bermuculan, seperti Facebook, Twitter, Path, Instagram dan lain-lain. Banyak orang  yang mengunakan identitas palsu atau bisa disebut anonim untuk mendaftrakan diri / menjadi penguna aktif dari salah satu jaringan sosial. Antaralain faktor-faktor yang membuat seseorang mengunakan identitas palsu adalah untuk menutup jejak didunia maya, dan menjaga repotasi harga diri. Dimana seseorang ingin meluapkan emosinya didunia maya, tanpa diketahui oleh orang lain siapa dia sebenarnya. Karakteristik seseorang akan telihat berbeda, ketika dia berada didunia nyata dengan saat dia berada di jejaring sosial. Saat didunia nyata mungkin dilihat karakternya sangat pendiam dan tidak mudah bergaul atau tidak asik untuk diajak berbicara, namun lain halnya saat didunia maya. Karakter dia menjadi anak yang mudah bergaul dan asik untuk diajak bebicara.
PEMBENTUKAN IDENTITAS MELALUI INTERNET
Menurut para ahli :
  Stuart Hall dalam buku The Question Of Cultural Identity (1996)
dalam perkembangan era modern saat ini telah terjadi perkembangan dalam
mentransformasikan bentuk individualisme sebagai tempat konsepsi baru mengenai individu
dan bagaimana identitas itu bekerja.
  Nasrullah (2011)
            Identitas merupakan perasaan memiliki yang muncul dari persamaan dengan sebagian orang dan dari perbedaan dengan orang lain. Identitas adalah bagaimana
seseorang melihat dirinya sendiri, kelompoknya serta lingkungannya. Secara umum,
identitas sebuah komunitas atau kelompok  berasal dari individuindividu yang ada
didalamnya.Identitas juga dapat membentuk orang lain, artinya orang lain dapat terbentuk
oleh identitas yang telah ada dalam suatu kelompok secara sosial maupun kultural.
  Erving Goofman (1959)
            Menyebutkan bahwa “a performance can be  defined as the sum of activity of a

given participant which seeks to influence the audience in any way”. Menurutnya setiap
individu pada dasarnya mereka melakukan konstruksi identitas dirinya dengan cara
menampilkan diri. Penampilan diri inilah yang menjadi keinginan untuk mendapatkan
pengakuan sosial tentang identitasnya ini.
Identitas juga merupakan suatu esensi yang dapat dimaknai melalui selera,
kepercayaan, sikap, dan gaya hidup. Dengan demikian identitas dapat dimaknai sebagai
penanda bahwa kita berbeda atau sama dengan yang lainnya. Identitas bukan merupakan
sesuatu yang tetap dan statis, tetapi ia merupakan sesuatu yang tumbuh dan berkembang.
Hall (1990) menyebutnya sebagai sesuatu yang tidak pernah sempurna selalu dalam proses
dan selalu dibangun dari dalam. Dengan demikian identitas merupakan sesuatu yang cair 
dan selalu mengalami pembentukan.
       1.      Fenomena Identitas Diri Melalui Internet
Melalui identitas online konsisten dengan teori-teori pembentukan sosial. Identitas online dapat digunakan untuk mengeksplorasi aspek-aspek diri, memfasilitasi kesadaran diri yang lebih besar dan menjadi katalis untuk perubahan positif. Bahkan identitas online justru memfasilitasi flexible selves seseorang yang merupakan adaptasi yang wajar dan perwujudan eksplorasi diri. Dunia maya juga memfasilitasi keterbukaan emosional di ruang maya yang membuat individu mampu mengekspresikan diri dan dimengerti. Hubungan yang berarti terbentuk di dunia maya, kerena media ini secara natural memfasilitasi individu memaparkan diri lebih intim denga mediasi layar dan nama samaran.
Transparansi membuat masyarakat sekarang berbuat maupun mencari sesuatu yang kredibel. Orang tidak gampang dibohongi. Semua jejak rekam kita ada di dalam internet. Kita dituntut bisa hidup otentik. Namun di sini lain, internet juga menyuguhkan ketidakotentikan yang ujungnya ketidak kredibelan. Contoh kasus, maraknya akun-akun palsu di media sosial yang mempunyai daya pengaruh kuat (di Twitter, misalnya Benny Israel). Selain itu, muncul gerakan Anonymous di media sosial. Hal ini yang justru melahirkan ketidak percayaan. Di internet, kita bisa kelihatan jati diri kita tapi juga bisa menyembunyikan jati diri kita. Lain contoh adalah kejahatan maupun penipuan online, melalui Facebook yang selama ini marak. Fenomena kepribadian ganda juga bisa masuk di sini.
Contoh kasus :
Sebuah Universitas di Jeman meneliti seorang pasien wanita yang telah bermain games di internet selama beberapa jam sehari dengan periode lebih dari tiga bulan dan menggunakan berbagai personalitas dari sejumlah tokoh-tokoh rekaan secara lambat laun mengambil alih personalitas yang telah diabaikan. Pasien tersebut kehilangan kendali atas identitas dan kehidupan sosial miliknya sendiri, kata Bert de Wildt dari Universitas itu seperti dilaporkan DPA dalam psikoanalisis para ahli terapi menemukan pasien wanita itu telah berkembang menjadi berkepribadian ganda.
Adapun seseorang yang bernama Billy, nama aslinya William Stanley Milligan dia memiliki 24 kepribadian, dia adalah orang pertama dalam sejarah Amerika yang dianggap tidak bersalah atas berbagai tindak kriminal serius dengan alasan tidak waras, karena dia memiliki kepribadian majemuk. Dia tidak pernah ingat tindak kriminal yang dilakukannya. Orang lain melihat fakta-faktanya memang dia yang melakukan, tetapi Billy tidak pernah ingat dan tidak pernah merasa.
2.     Karakteristik Kepribadian Pengguna Internet
Kepribadian adalah karakteristik dinamik dan terorganisasi dari seorang individu yang mempengaruhi kognisi, motivasi, dan perilakunya. Kepribadian bersifat unik dan konsisten sehingga dapat digunakan untuk membedakan antara individu satu dengan lainnya. Keunikan inilah yang menjadikan kepribadian sebagai variabel yang digunakan untuk menggambarkan diri individu yang berbeda dengan individu lainnya.
Orang yang dalam dunia nyata terkenal pendiam, bisa menjadi pembual di dunia online. Hal ini kental dengan unsur paradoksnya, yakni orang berani menampilkan dirinya yang nyata (real self) di media yang tidak nyata atau lebih tepat disebut sebagai dunia virtual dan dengan identitas yang anonim.
B.  Aspek Demografis dari Individu Pengguna Internet

1.      Gender
·           Dampak positif internet
Dilihat dari segi positif nya internet memiliki banyak sekali dampak yang sangat luar biasa hebatnya pada dunia pengetahuan. Para wanita karir maupun ibu rumah tangga kini dapat memiliki banyak sumber dan pedoman serta informasi-informasi untuk dunia kerja maupun keperluan sehari-hari misalnya : informasi untuk pekerjaan ,informasi resep makanan bagi ibu rumah tangga.
Selain program didalam dunia kerja, internet juga menawarkan aplikasi berbentuk permainan elektronik yang pada umumnya tidak secara khusus diberi muatan pendidikan formal tertentu. Permainan elektronik tersebut membantu wanita karier untuk menghilangkan kejenuhan dalam berkerja, membuat strategi, membangkitkan semangat kepemimpinan, dan bermain peran (role play).
Internet juga bisa menjadi tempat bisnis bagi wanita yaitu dengan online shop dengan begitu wanita bisa mempunyai penghasilan sendiri namun ia tetap bisa dirumah mengurus keluarganya .
Internet telah banyak membantu manusia dalam segala aspek kehidupan sehingga internet mempunyai andil penuh dalam kehidupan sosial. Dengan adanya internet apapun dapat kita lakukan baik positif maupun negatif.
Dampak negatif internet
1)    Kejahatan di dalam dunia maya
2)    Pornografi
3)    Kekejaman dan Kesadisan
4)    Penipuan
5)    Penipuan belanja online
6)    Perjudian
7)    Mengurangi sifat sosial manusia
       2.    Usia
Masa anak-anak adalah masa keemasan dimana anak-anak berada dalam masa bermain serta belajar terhadap apa yang belum diketahuinya. Tapi, dimana sekarang perubahan teknologi semakin pesat, banyak anak-anak terutama pada anak yang berusia 5 hingga 12 tahun lebih menyukai bermain dengan teknologi baru seperti playstation, game online, handphone, tablet ataupun ipad.
Dampak positif :
1.      Memudahkan anak mendapatkan informasi dengan lebih cepat.
2.     Anak dapat mengenal serta menjalin komunikasi dengan  berbagai orang dari belahan dunia.
3.     Akibat kemajuan teknologi, banyak permainan-permainan kreatif dan menantang yang ternyata banyak disukai oleh anak-anak.
Dampak negatif :
1.      Anak terlalu cepat puas dengan pengetahuan yang didapatnya dari dunia.
2.     Karena teknologi memberikan banyak kemudahan, tidak sedikit anak-anak tidak sabar dalam menghadapi kelambatan dan kesulitan.
3.     Selain itu, kemajuan teknologi berdampak pada kurangnya sosialisasi anak pada teman-temannya karena lebih menyukai menyendiri dengan permainan teknologinya.
3.   Budaya
            Pada masa sekarang, kita semua pasti tahu bahwa kemajuan teknologi terasa begitu sangat pesat. Pesatnya kemajuan ini tentunya membawa banyak perubahan terhadap kebudayaan di Indonesia. Tidak bisa di pungkiri bahwa kemajuan teknologi informasi ini memang harus terjadi di Negara Indonesia ini, agar Negara Indonesia tidak kalah saing dengan Negara lain.Keterkaitan manusia dengan internet dalam bidang budaya adalah kita dapat memanfaatkan internet untuk menyebarkan budaya yang ada di Indonesia.
Dampakpositif
1.      Pertukaran informasi berlangsung sanga tcepat.
2.     Memudahkanpekerjaan manusia.
3.     Pekerjaan yang dilakukan seseorang menjadi lebih efektif dan efisien
4.     System pembelajaran tidak harus tatap muka dengan guru karena dengan kemajuan TIK khusunya Internet kita bisa melakukan V-class. Dan masih banyak yang lainnya.
Dampak negative
1.     Masuknya budaya asing yang tidak baik.
2.     Lupa akan waktu
3.     Merosotnya nilai moral
  
Nama kelompok 8 :
  1. Nurul Fadillah
  2. Muhamad Ihsan
  3. Iqbal yunus
  4. Hudari
  5. Arsyan Rezaldi  
Daftar Pustaka
http://ejurnal.esaunggul.ac.id/index.php/Formil/article/download/849/780?uvqezfriqeiqqe
pe?kbjzpeihvomfihoa
 http://anisatriananda.blogspot.co.id/2014/11/tugas-softkil-ke-2-aspek-psikologis.html
Erving Goofman, 1959.  The Presentation of Self in Everyday Life, Anchor,New York.

5 komentar:

  1. Postingan sudah cukup bagus. Semoga infonya bermanfaat

    BalasHapus
  2. Menurut saya artikelnya sudah cukup lengkap dan bisa dipahami serta bermanfaat bagi pembaca. Inayatul Hidayah (15514252)

    BalasHapus
  3. Materinya sudah lengkap. Mudah di pahami pembaca. Thanks infonya.
    Yussy Riandhini (1C514603)

    BalasHapus
  4. Postingan sudah bagus. Tapi lebih baik lagi kalau ditambah gambar agar menarik membacanya. Terimakasih

    BalasHapus
  5. Pokok bahasannya cukup lengkap dan menarik, sangat bermanfaat juga terimakasih.
    Vidiani Nur Hayyu (1C514035)

    BalasHapus