Fenomena- Fenomena Psikologi dan Internet
Seks
dalam Internet
Tahun 2010 pemerintah Australia
menerbitkan undang-undang (UU) untuk menyensor situs-situs internet. Kebijakan
pemerintah Australia diarahkan pada langkah pemblokiran informasi yang isinya
berhubungan dengan kekerasan seksual, obat-obatan terlarang dan pornografi
anak. Penyaringan akan dilakukan oleh penyedia jasa internet di bawah
pengawasan pemerintah. Meskipun dua perusahaan raksasa pengelola jasa internet,
yaitu Google dan Yahoo, mengkritik kebijakan itu, namun pemerintah
Australia tidak bergeming.
Sebelumnya, Pemerintah China juga
telah membuat kebijakan serupa terhadap Google, meskipun dengan alasan yang
berbeda. Kebijakan pemerintah China yang mengharuskan Google melakukan self
cencorship, telah menimbulkan ketegangan antara pemerintah China dengan
Amerika. Kebijakan pemerintah China diterapkan, karena ditengarai isi informasi
Google berkolaborasi dengan spionase Amerika. Puncak ketegangan tersebut
ditandai dengan direlokasinya portal Google di China (Google.cn) ke
sebuah situs di Hongkong.
Di Brasil, Google juga tersandung
kasus. Situs ini menghadapi gugatan karena menayangkan dirty jokes.
Gugatan yang diajukan 2 orang remaja yang keberatan dengan tayangan lelucon
jorok di portal Google, dimenangkan pengadilan dengan menyatakan Google
bersalah dan diwajibkan membayar denda sebesar US $ 2.700 per hari selama dirty
jokes itu tidak dihapus.
Di Indonesia, ICT Watch dalam
seminar Online Child Pornography yang diselenggarakan di kampus
Universitas Indonesia (UI) beberapa waktu lalu, melansir temuannya bahwa setiap
kali mengetik password seperti "SMP" atau "SMA" pada
mesin pencari Google, maka akan selalu ditemukan hal-hal yang mengacu
pada aktivitas atau foto-foto porno anak-anak Indonesia. Penanganan kasus
pornografi melalui media internet memang memiliki kerumitan tersendiri, karena
cakupan ketentuan perundang-undangannya masih sangat terbatas meski sudah ada
Undang-Undang Pornografi.
Penelitian juga menyajikan data
mengenai negara yang mengkonsumsi bisnis pornografi tersebut. Pangsa pasar
terbesar justru sejumlah negara di Asia. Pendapatan dari pornografi yang
terbesar berasal dari China, yaitu senilai US $ 27,4 milyar atau sekitar Rp.
270 trilyun. Peringkat kedua adalah Korea Selatan, dengan pendapatan sebesar US
$ 25,7 milyar atau sekitar Rp 250 trilyun. Jepang berada di urutan ketiga
dengan pendapatan sebesar US $ 20 milyar atau sekitar Rp 200 trilyun. Negara
Asia lainnya adalah Philipina di urutan kesembilan dan Taiwan di peringkat
sepuluh. Amerika sebagai negara produsen, berada di peringkat empat, dengan
pendapatan sebesar US $ 13,3 milyar atau sekitar Rp 130 trilyun.
Selain sebagai produsen video porno,
Amerika juga berada di urutan pertama dalam jumlah halaman porno di website.
Sampai dengan tahun 2007, jumlah halaman porno di website Amerika telah
mencapai 244.661.900 (89 %). Urutan kedua ditempati Jerman, dengan halaman
porno sebanyak 10.030.200 (4 %). Urutan ketiga adalah Inggris dengan 8.506.800
(3 %) halaman. Untuk wilayah Asia, Jepang menjadi salah satu dari 9 negara
produsen situs porno, dengan produksi sebanyak 2.700.800 halaman porno.
Data usia pengakses situs porno yang
dirilis dalam Pornography Statistic, menunjukkan bahwa pengakses situs
berdasarkan usia 18 - 24 tahun sebanyak 13,61 %, usia 25 - 34 tahun sebanyak
19,90 %, usia 35 - 44 tahun sebanyak 25,50 %, usia 45 - 54 tahun
sebanyak 20,67 % dan usia 55 tahun ke atas sebanyak 20,32 %. Wanita ternyata
juga banyak yang menggemari situs porno. Jumlah wanita yang kecanduan situs
porno sebesar 17 %, dan yang mengakses pada saat bekerja sebanyak 13 %.
Hasil penelitian Jerry Ropalato juga
mengungkapkan, setiap detik ditemukan 372 pengguna yang mengetik password
untuk situs-situs porno, yang diantaranya termasuk kategori anak/remaja.
Pengakses situs-situs porno itu rata-rata usia 11 tahun untuk kelompok pemula,
dan kelompok umur 15 - 17 tahun dengan jumlah sebesar 80 %. Jaringan Gnutella
merilis data, pernah ada permintaan dalam satu hari sebanyak 464.000 pencari
situs porno di internet. Angka yang sangat fantastik. Bisa jadi diantara para
pencari situs porno tersebut, terdapat anak-anak atau remaja Indonesia.
Sehubungan dengan kekhawatiran
keterlibatan anak-anak atau remaja Indonesia sebagai pecandu situs porno di
internet, diperoleh temuan survei Komisi PerlindunganAnak (KPA) terhadap 4.500
remaja di 12 kota besar di Indonesia tahun 2007. Hasil survei KPA sangat
mengejutkan, karena 97 % responden pernah menonton adegan porno. Dampaknya,
sebanyak 93,7 % responden mengaku pernah berciuman, petting, dan oral
sex, serta 62,7 % remaja yang duduk di bangku SMP mengaku pernah
berhubungan intim. Data yang lebih mengejutkan, sebanyak 21,2 % siswi SMA
mengaku pernah menggugurkan kandungan.
Popularitas situs porno di dunia
maya hampir mengalahkan situs jejaring sosial maupun situs berita. Dikutip dari
Gizmodo, blog berita teknologi terbitan Netmedia Europe
Spanyol menyatakan salah satu situs porno terkenal bernama XVideos
mampu mencatatkan kunjungan (page views) sebanyak 4,4 miliar per bulan.
Hasil ini ternyata tiga kali lebih besar dari yang bisa dihasilkan oleh situs
sekelas CNN. Durasi kunjungan terhadap sebuah situs normal adalah sekitar tiga
hingga enam menit. Sedangkan untuk kunjungan ke situs porno, rata-rata pengguna
internet menghabiskan waktu 15 hingga 20 menit. Data lainnya menyebutkan bahwa
situs porno populer lainnya, YouPorn, ternyata memiliki konten digital
lebih dari 100TB dengan page views per hari kurang lebih 100 juta.
Media online sebagai salah satu
sarana media baru yang muncul seiring kemajuan internet. Munculnya media baru
ini berpengaruh terhadap perilaku penyimpangan sosial, khususnya terhadap
perilaku seksual dan kehamilan di usia remaja.
Cybersex, saat ini telah menjadi sebuah
fenomena seksual yang bertumbuh cukup pesat, terutama di kota-kota besar dimana
internet semakin mudah diakses. Apalagi ditambah pula semakin menjamurnya situs
porno, fasilitas chatting yang
menawarkan webcam dan internet phone.
Bila sudah menjadi kecanduan, cybersex ini
menjadi kombinasi adiksi, yaitu adiksi seks dan adiksi internet, dimana
seseorang secara berulang menggunakan fasilitas internet guna pemuasan hasrat
seksualnya. Secara harfiah, cybersex dapat diartikan sebagai
pemuasan hasrat seksual menggunakan fasilitas internet. Bahkan, fenomena ini
telah merambah dunia bisnis, tentunya untuk meraup keuntungan dari berbagai
jasa yang ditawarkan.
Secara garis besar terdapat 3 kategori cybersex:
- Online porn: gambar porno, dan cerita-cerita erotis
- Real time interaction: chatting dimana topik yang dibicarakan adalah seks, “berhubungan seksual” lewat dunia maya, webcam sex.
- Multimedia-software: game erotis, video porno.
Penyebab adiksi/kecanduan cybersex antara
lain:
1. Aksesibilitas
Saat ini fasilitas internet telah dapat diakses dengan
sangat mudah. Dalam arti dapat dikonsumsi secara publik dari berbagai golongan
sosial tanpa memandang usia, pekerjaan, jenis kelamin, dll.
2. Isolasi
Cybersex menawarkan kesempatan seseorang untuk terpisah dari
orang lain, dan lebih jauh lagi untuk terperosok lebih jauh lagi dalam hal
fantasi seksualnya tanpa takut tertular penyakit, kehamilan tak diinginkan,
dll.
3. Anonim
Kondisi para pelaku cybersex yang
anonim ini membuatnya lebih kecanduan menggunakan internet sebagai fasilitas
pemuas hasrat seksual. Cybersex menawarkan anonimitas, dimana
pelakunya tidak perlu takut dikenali masyarakat bila mengunjungi prostitusi,
mengunjungisex shop, striptease club, dll. Dan identitas di
dunia maya pun dapat dikaburkan.
4. Terjangkau
Saat ini, fasilitas cybersex sangat
terjangkau, dan internet juga cukup murah. Fasilitas chatting gratis,
begitu pula materi-materi porno yang terkandung dalam berbagai situs porno juga
banyak yang dapat dilihat tanpa biaya hingga dapat di-download dengan
cepat. Tentu saja dibandingkan dengan jasa prostitusi yang berbayar dan
berisiko tertular penyakit.
5. Fantasi
Cybersex juga menawarkan bagi pelakunya untuk berfantasi secara
bebas dimana mungkin fantasinya itu bertentangan dengan norma masyarakat.
Termasuk didalamnya adalah menentukan kriteria fisik lawan jenis yang
diinginkan, skenario chat sex yang akan dinikmati, dll.
Berikut tanda-tanda seseorang yang telah kecanduan
seks via internet, seperti dilansir dari onlymyhealth, antara lain:
- Menghabiskan waktu berjam-jam untuk melihat hal-hal yang berbau porno di internet, seperti video atau foto-foto porno.
- Orang kecanduan seks via internet selalu melibatkan diri dalam obrolan seks online. Hal ini merupakan cara untuk menikmati fantasi seksual sehingga melupakan aktivitas lainnya karena terlaru larut obrolannya.
- Akan berperilaku menjengkelkan jika tidak dapat mengakses internet. Bagi orang yang sudah kecanduan seks via internet tidak akan bersikap normal jika tidak menyalurkan keinginan seksualnya dengan berselancar di dunia maya.
- Orang yang telah kecanduan seks via internet akan merasa berkurangnya keintiman seksual dan kesenangan dalam kehidupan nyata. Orang tersebut akan membandingkan kehidupan nyata dengan kehidupan seks virtual yang membuatnya lebih puas.
- Selalu berfantasi tentang seks.
- Bersikap defensif ketika orang lain memberitahu bahwa dirinya telah menghabiskan waktu berjam-jam di internet. Orang yang telah kecanduan seks via internet selalu takut tertangkap basah oleh orang lain ketika sedang menyalurkan hasrat seksualnya dan membuatnya bersikap skeptis.
- Selalu merasa bersalah tetapi tidak dapat mengendalikan keinginannya untuk berselancar di dunia maya.
- Rela menghabiskan banyak uang untuk mengakses situs-situs porno yang berbayar.
Sumber :
http://www.bin.go.id/awas/detil/151/4/18/10/2012/mewaspadai-terpaan-pornografi-di-internet
https://intansarah.wordpress.com/2015/01/10/fenomena-fenomena-psikologi-dan-internet-seks-dalam-internet/
Kinerja Kelompok
Nurul
Fadillah
|
18514263
|
Mencari
materi, editing
|
M.
Ihsan Fadhlurrahman
|
17514319
|
Mencari
materi, editing
|
Iqbal
Yunus
|
13511664
|
Mencari
materi
|
Rezarsyan
|
17511772 |
Mencari
materi
|
Postingan ini sangat bermanfaat. Tulisan nya rapih dan pembahasannya jelas.
BalasHapusMateri yang diposting cukup rapi dan bahasanya mudah dimengerti oleh pembaca. Terimakasih
BalasHapusmateri yang di bahas sangat bermanfaat dan cara penyajiannya juga menarik sehingga pembaca tidak bosan membacanya. terimakasih.
BalasHapusMaterinya sudah sangat jelas dan terperinci. Agar lebih menarik bisa di tambahkan gambar2 dan ilustrasinya. Terimakasih sudah sharing.
BalasHapusartikel nya sangat menarik dan bermanfaat. saya jadi tahu banyak tentang seks dalam internet ini. terimakasih.
BalasHapusMateri yg diposting cukup bagus dan mudah dipahami,terima kasih
BalasHapusMaterinya sudah bagus dan jelas. Supaya lebih menarik bisa ditambahkan gambar sehingga pembaca tidak bosan membacanya
BalasHapusArtikelnya mudah dipahami dan sangat bermanfaat untuk menambah wawasan saya, terima kasih
BalasHapusartikelnya cukup jelas, mungkin agar lebih menarik lagi untuk dibaca bisa ditambahin gambar/ilustrasi yang sesuai dengan artikel terkait. terimakasih sudah sharing:)
BalasHapusartikelnya cukup jelas dan bermanfaat. terima kasih
BalasHapuskarlina (15514776)
Posting an yang di post mudah dipahami dan memeberi wawasan..terimakasih kak arsza.
BalasHapus